SURABAYA, 3 Agustus 2026 – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) kembali mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Surabaya meraih Dukcapil Prima Award dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia pada kategori Capaian Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian pada kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Penyerahan IKD Dukcapil Prima Award 3 Agustus 2026.
Pada kesempatan yang sama, Kota Surabaya juga mencatatkan prestasi membanggakan dengan menempati peringkat 10 besar nasional dalam capaian aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) dengan persentase aktivasi mencapai 36,50 persen. Capaian tersebut menunjukkan konsistensi Disdukcapil Kota Surabaya dalam mendukung percepatan transformasi digital layanan administrasi kependudukan sesuai arah kebijakan pemerintah pusat.
Dukcapil Prima Award merupakan bentuk apresiasi kepada pemerintah daerah yang dinilai berhasil menunjukkan kinerja terbaik dalam penyelenggaraan administrasi kependudukan. Penilaian meliputi berbagai indikator, mulai dari kepemilikan dokumen kependudukan, cakupan perekaman KTP-el, kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA), penerbitan akta kelahiran, hingga implementasi dan percepatan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Kepala Disdukcapil Kota Surabaya mengatakan, penghargaan tersebut merupakan hasil sinergi seluruh jajaran Pemerintah Kota Surabaya, dukungan berbagai perangkat daerah, serta partisipasi aktif masyarakat dalam memanfaatkan layanan administrasi kependudukan.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan. Selain mempertahankan capaian yang telah diraih, kami juga akan terus mendorong pemanfaatan Identitas Kependudukan Digital agar masyarakat semakin mudah mengakses berbagai layanan publik secara aman, cepat, dan efisien,” ujarnya.
Berbagai inovasi terus dikembangkan Disdukcapil Kota Surabaya untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, di antaranya Program Kalimasada yang memperkuat pelayanan hingga tingkat RT/RW, Katepay sebagai pemanfaatan Kartu Identitas Anak (KIA) dalam ekosistem transaksi nontunai ramah anak, Lontong Kupang dan Lontong Balap melalui kolaborasi dengan Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama serta Kementerian Agama untuk penyelesaian dokumen kependudukan secara terpadu, hingga optimalisasi layanan digital melalui Klampid New Generation (KNG).
Selain itu, Disdukcapil Kota Surabaya juga terus mempercepat aktivasi IKD melalui pelayanan jemput bola, kolaborasi dengan berbagai perangkat daerah, pelayanan di ruang publik, serta edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat Identitas Kependudukan Digital sebagai bentuk transformasi layanan publik berbasis digital.
Ke depan, Disdukcapil Kota Surabaya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan, memperluas pemanfaatan layanan digital, serta memperkuat integrasi data kependudukan guna mewujudkan pelayanan publik yang semakin mudah, cepat, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.


