Duo Lontong Kembali Beraksi

isbat-nikah-massal-2022

Wahhhh, ada acara kulinerkah??

Apakah ajang acara perpaduan makanan antara Lontong Balap dengan Lontong Kupang? Eits, tentu bukan perpaduan makanan ya! Bukannn…..

Duo lontong yang dimaksud ini adalah kegiatan hasil kolaborasi antara Disdukcapil Surabaya dengan Pengadilan Negeri (PN), Pengadilan Agama (PA) dan Kementerian Agama (Kemenag).

 

Untuk kedua kalinya, acara yang dituangkan dalam bentuk Sidang Isbat Nikah Terpadu yang diikuti 120 pasangan ini diselenggarakan di Empire Palace Surabaya (Selasa, 30/08/22)

Kadisdukcapil Surabaya Agus Imam Sonhaji menyampaikan bahwa kegiatan sebagai bentuk kolaborasi dengan PN, PA dan Kemenag untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Ada yang menarik dari pasangan yang dinikahkan, yakni ada pasangan tertua, Muhammad Zein Machmud (67) dan istrinya Hasipah (64). Saat diwawancarai krew Swargaloka, Zein mengaku sudah menikah siri dengan istrinya sejak tahun 1979, dan sangat bersyukur dengan adanya acara ini, karena akhirnya dia bisa mendapatkan KK, KTP dan buku nikah resmi.

Sementara itu, Walikota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan bahwa kegiatan Sidang Isbat Nikah terpadu ini untuk menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Surabaya juga bergerak di kegiatan sosial, kegiatan ibadah. “Bahkan seharusnya kegiatan ini juga bisa masuk MURI (Museum Rekor Indonesia)”, imbuh Eri. Mengingat acara yang didukung penuh juga oleh KADIN, HIPMI, WO Hastana, ASPEDI, IPAMI, HIPAPI serta gabungan penyelenggara pernikahan Surabaya ini menampilkan kemegahan yang spektakuler, seperti panggung dengan panjang mencapai 60 meter, sound sistem dan pengiring musik yang luar biasa serta dekorasi yang semakin membuat suasana di Empire Palace bak istana kerajaan.

Salah satu lurah yakni Achmad Fida’ Fajar Febriansyah (Lurah Sidotopo) yang juga hadir untuk mendampingi 5 warganya sebagai peserta isbat nikah, menyampaikan apresiasi positifnya. “Keren sekali, sangat inovatif, memberikan layanan sangat prima kepada warga, namun ada beberapa dokumen pada buku nikah yang penulisannya typo, saran saya tolong rutin diadakan acara-acara terkeren di Dispendukcapil” pungkasnya. (arw)